Jumat, 17 Agustus 2012

Hakikat Mudik dan Kampung Halaman


Nasib seorang pengembara yang jauh dari kampung halaman dalam kurun waktu yang lama pastilah rasa rindu ingin kembali ke kampung halaman. Rasa rindu itu begitu terasa jika kita teringat akan senda gurau sanak famili dan handai taulan dalam satu rasa kerinduan yang sama serta tempat - tempat yang penuh kenangan masa kecil dulu. Indah terasa semua itu walau hanya baru mengingatnya saja.
Mudik adalah salah satu pelipur lara kerinduan itu, karena pada dasarnya mudik merupakan fitrah manusia. Istilah mudik itu muncul ketika orang keluar dari kampung halmannya karena berbagai alasan sutau pengembaraan baik itu dari segi ekonomi, pendidikan, kelurga atau lain sebagainya, dan apapun alasannya orang akan merasa rindu dan ingin kembali.
Tingkatan pengembaraan seseorang menentukan rasa rindu itu yaitu semakin jauh dan semakin lama pengembaraan yang ia lakukan maka akan semakin besar rasa rindu yang ia rasakan. Itulah sedikit gambaran tentang kerinduan yang datang setelah kita selesai acara mudik.
Jalan menuju Kampung halaman
Manusia adalah makhluk yang diciptakan dan sebagai seorang muslim Hakekat Mudik adalah pulang ke Rahmatullah dan kampung yang sebenarnya adalah Akhirat . Tempat kita mengembara adalah dunia selama kita dapat bernafas. Namun sayangnya kita melupakan yang sebenarnya akan terjadi, rasa rindu itu pun sirna untuk bertemu dengan Maha Zat yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang yang menunggu rasa kerinduan kita yang sebenarnya. Akhirat merupakan kampung halaman kita yang kekal dan abadi, kita mengerti akan hal itu tapi terkadang kita enggan walau hanya sekedar mengingatnya. Bila ada sekelumit buah - buah kerinduan kepada sang Khlaik marilah kita jaga dan pelihara agar kita dapat melakukan persiapan yang sematang - matangnya untuk membahagaiakan Tuan Rumah yang akan menyambut kita. Jangan sampai tuan rumah marah kepada kita karena kita datang dengan muka dan pakaian yang kotor karena dosa - dosa yang kita lakukan selama kita mengembara di dunia ini.
Itulah hakikat Mudik dan Kampung yang sebenarnya guna penyadaraan diri demi menuju perbaikan untuk menyambut mudik ke kampung halaman yang abadi dan berjumpa dengan Tuan Rumah yang Maha segalanya. Amiiin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share It