
Depok, menjadi tempat wawancara saya
dengan pria berwajah tampan ini. Ivan Henry Tholense, adalah Abang Depok tahun
2012 dalam ajang pemilihan Abang Mpok Depok yang merupakan duta pariwisata dan
budaya kota Depok. Ramah dan low profile, itulah kesan pertama yang saya dapat.
Tidak ada kesan sombong dan angkuh di dalam dirinya. Pria kelahiran 21 oktober
1990 ini pun bercerita banyak mengenai Kota Depok, pengalaman dan
keberhasilannya meraih gelar Abang Depok tahun 2012.

Putra kedua dari dua bersaudara ini
lahir dari pasangan Agus Tholense dan Juliana Tholense. Ia merupakan keturunan
dari pendiri dan pelaku sejarah lahirnya kota Depok. Nama Tholense sendiri di
ambil dari 12 marga yang ada di Kota Depok, yang merupakan marga pemberian
Cornelis Chastelein sang “Belanda Depok.”
“Nama Cornelis Chastelein tidak bisa
lepas dari sejarah kota Depok. Pada abad ke-18, orang Belanda ini menjadi tuan
tanah dari Depok, Lenteng Agung, Pasar Minggu, hingga kawasan Gambir Jakarta.
Jejaknya kini diteruskan oleh para keturunan yang sudah dibebaskannya pada
1715. Mereka dihadiahi tanah dan
dibagi dalam 12 marga. 2014 nanti, sebuah museum mini tengah digagas untuk
mengenang Chastelein sebagai bagian dari sejarah negeri ini.” Tutur Ivan, panggilan akrabnya.

Memasuki masa Sekolah Dasar, ia menuntut
ilmu di SD PSKD Kwitang 8. Masa kecilnya dihabiskan dengan bermain dan belajar
seperti anak lainnya. Selepas SD, ia melanjutkan ke SMP Bintara Depok. Di masa
SMP inilah bakat nya dalam ajang pemilihan dan perlombaan Duta mulai terasah.
Di awali dengan mengikuti ajang pemilihan “Abang None”, Duta siswa untuk
berbagai event disekolahnya. Dan ajang perlombaan lainnya, membuat jiwa
berkompetisi nya tumbuh dan terus berkembang. Sekolah Menengah Atas ia enyam di
SMA Bintara Depok. Bakat musik dan olahraga yang ia miliki semakin menonjol di
SMA ini. Berbagai perlombaan ia ikuti mulai dari Lomba Band antar SMA, Lomba
Basket tingkat SMA hingga Modelling menjadi awal dalam peningkatan prestasinya.
Lulus SMA, ia melanjutkan Kuliah di Universitas Gunadharma Depok mengambil
Jurusan Manajemen. Saat ini ia menginjak semester 8 dan sedang sibuk menyusun
skripsi untuk mendapat gelar Sarjana Ekonomi.
Mengikuti ajang Pemilihan Abang Mpok
Depok tahun 2012 bagi ivan, adalah panggilan nurani untuk memperkenalkan
pariwisata dan budaya yang ada di Kota Depok ke masyarakat luas. Menurutnya, banyak
terdapat tempat wisata di Kota Depok yang belum dikembangkan secara maksimal
dan disosialisasikan secara umum. Apabila dapat dikembangkan secara maksimal
dengan peran pemerintah kota maupun masyarakat sekitar tempat wisata,
pariwisata mampu meningkatkan sumber pendapatan suatu daerah dan juga dapat
meningkatkan perekonomian masyarakat secara keseluruhan. “Depok sendiri
memiliki wisata yang sangat banyak dan beragam. Mulai dari wisata belanja di
Depok Town Square hingga Margo city, wisata kuliner di sepanjang jalan Margonda
Raya, wisata alam di situ cilodong, situ pengasinan hingga situ pladen beji,
dan wisata rohani di Masjid Kubah Emas serta gereja Immanuel Depok. Semua itu
merupakan potensi luar biasa yang dimiliki Kota Depok.” tambahnya. Ia
menuturkan Hambatan yang dihadapi dalam meraih gelar Abang Depok tahun 2012
adalah terbatasnya waktu. Saat itu ia dihadapkan dalam 2 hal penting dalam
hidupnya, yaitu penyusunan skripsi sebagai syarat mendapatkan gelar Sarjana
Ekonomi dan Pemilihan Abang Mpok Depok tahun 2012. Di saat seperti itulah
kedisplinan dan profesionalisme yang ia miliki teruji. Dan hasilnya pun tidak
mengecewakan. Ia berhasil menjadi Abang Depok tahun 2012 dan akan maju mewakili Kota Depok di tingkat Provinsi dalam pemilihan Mojang Jajaka Jawa Barat November mendatang.
Ia pun berbagi tips untuk seluruh
generasi penerus bangsa yang peduli akan budaya yang terdapat di daerahnya
masing-masing. “Jangan malu untuk mempelajari dan memperkenalkan budaya serta
adat istiadat yang ada di daerah kita ke masyarakat luas, jangan pernah menyerah,
selalu mencoba dan selalu setia dengan proses. Karena proses adalah segalanya,
proses yang menentukan hasil, bukan hasil yang menentukan proses.” Tutur pria Libra
ini. Inspirasi terbesar dalam hidupnya berasal dari kedua orang tuanya. Mereka
rela mengorbankan jiwa dan raga demi keberhasilan anak tercinta. Baginya doa
orang tua sangat penting dalam menemani langkahnya untuk meraih kesuksesan
seperti saat ini. Tanpa doa orang tua ia tidak akan menjadi orang yang sukses
dan berguna bagi masyarakat. Pribadi yang selalu ramah dan menghargai setiap
orang juga menjadi hal penting agar semua orang respect terhadap apa yang kita
lakukan. Kenali Negerimu, Cintai Negerimu! :)
Semoga hasil wawancara saya dengan
Abang Depok tahun 2012 ini bisa memberikan inspirasi bagi semua pembaca. Menambah
kecintaan kita pada pariwisata dan budaya yang ada di daerah kita
masing-masing, utamanya Indonesia. Salam inspiring! :)