Mungkin judul diatas terdengar
lebay, tapi kalimat itu menggambarkan perjalanan gue menuju “hidden paradise”
di Lombok timur. Bangun jam 7 pagi, gue langsung disuguhin sarapan makanan khas
Lombok. Kalo di jawa kaya pecel gitu, tapi kalo disini bedanya pake sambel
mentah dan sayurannya lebih banyak macemnya. Habis sarapan gue mandi dan
bersiap menuju tempat wisata impian gue, Pantai Pink dan Tanjung Ringgit. Jam 9
gue dan Mame (panggilan abang dalam bahasa sasak) Egi berangkat naik motor
temennya yang gue sewa seharian. Mampir dipasar sikur beli bekel buat makan
siang di pantai pink, lalu perjalanan penuh petualangan pun dimulai. Dari Sikur
ke pantai pink dibutuhkan waktu tempuh 2 jam perjalanan. Kalo dari kota mataram
nya tinggal ditambahin 1-2 jam ya. Cuaca terik siang itu engga membuat gue letoy,
1 jam pertama jalanan masih mulus dan bagus, dan 1 jam kemudian jalanan berubah
drastis. Banyak jalanan yang berlubang, kalo hujan mungkin bisa dipake buat
ternak lele ni jalanan, belum adanya petunjuk arah yang jelas kemana arah
pantai pink membuat gue dan mame sempet nyasar. Setelah nanya sana sini
akhirnya kita berhasil kembali ke jalan yang benar, hehe. Jalanan rusak kembali gue hadapi, kali ini
lebih parah, jalanannya masih berpasir, banyak kerikil, dan kanan kiri hutan.
Sempat menemukan rumah transimgran di kanan kiri jalan yang kondisinya
memprihatinkan. Mereka kekurangan air dan hidup dengan mata pencaharian
pas-pasan. Walaupun begitu setiap komunitas transmigran yang gue lewatin
memiliki mushola atau surau untuk tempat ibadah mereka. Subhanallah.. kalo
ngelewatin jalur ini harus hati-hati banget ya, semua harus disiapin terutama
kondisi motor dan fisik lo. Soalnya kalo motor/mobil lo tiba-tiba bocor bannya
bakalan susah nyari tukang tambel ban. Malah engga ada kali. Udah gitu di
tengah jalanan hutan mame egi cerita kalo ada yang manggil gue jangan nyaut, eh
bener, engga lama dia ngomong gitu kaya ada orang yang manggil gue. Entah dari
mana dan siapa, Untungnya gue engga nengok dan nyaut. Kata mame egi kalo kita
nyaut dan nengok bisa kebawa sama makhluk sana. Iihhh sereemmmm…
Tinggalkan kesereman itu, lupakan
yaa.. hehee..
karena surga itu ada di depan mata
gue. Yaa.. akhirnya sampai di Pantai Pink !! pantai impian gue selama ini.
Yeeaaaaah ..
jalanan rusak, dan cerita tadi
hilang seketika ketika gue melihat dan menyentuh pasir yang warnanya pink.
Sumpah Cuma seneng dan bahagia yang gue rasain. Indahnya pake banget. Pasir
pantai yang warnanya pink kaya gini konon Cuma ada 7 di dunia. Dan ada 2 di
Indonesia. 1 di Pulau Komodo dan 1 di Lombok. unbelievable, I have been here!
:D
Pantai Pink ini atau warga sini
biasa menyebutnya pantai Tangsi memiliki garis pantai yang cukup panjang. Nah
di sebelah pantai pink ada pantai 1 lagi yang pasirnya warna putih. Kalo mau
kesana tinggal naik bukit yang ada di paling ujung pantai pink. Siang itu
matahari terik banget, tapi keindahan laut, dan pasir pinknya engga membuat gue
surut buat terus berfoto ria sampe gigi kering. hehee. Oh iya pantai pink ini
dikelola sama orang Spanyol kata salah satu pedagang disini. Orang Spanyol ini
menikah sama orang local dan mengembangkan obyek wisata Pantai Pink ini bersama
pemerintah kecamatan setempat. Sayang ya, keindahan pantai ini dimiliki warga
asing, mungkin karena pemerintah setempat kurang menaruh perhatian lebih ke
obyek wisata dahsyat ini. Padahal kalo dikembangkan lebih jauh pantai pink bisa
menjadi salah satu pantai terindah di dunia.
Terus kenapa pasirnya bisa warna
pink ya? Menurut keterangan petugas pantai, pasirnya bisa berwarna pink karena bercampur dengan serpihan-serpihan terumbu karang
yang berwarna pink, seiring prosesi alam selama jutaan tahun lalu serpihan
serpihan terumbu karang ini kemudian menyatu dan membentuk warna merah muda,
apalagi saat terkena air laut dan terpapar sinar matahari, itulah yang membuat
warna Pink nya jelas banget terlihat.
Puas menikmati Pantai Pink, gue dan
mame langsung melanjutkan perjalanan ke Tanjung Ringgit. Dari Pantai Pink ke
Tanjung Ringgit engga jauh. Deket sebenernya, tapi lagi-lagi jalanannya ngebuat
pantat tepos hehee. Sampe di Tanjung
Ringgit dan kembali membuat gue takjub. Subhanallah, indah nya luar biasa. Kita bisa menikmati birunya laut dan
keindahan pesona pemandangan alam di daerah paling selatan Kabupaten Lombok
Timur ini dari atas tebing. Kita juga bisa melihat pulau Sumbawa yang engga
terlalu jauh. Disekitar Tanjung Ringgit terdapat rangkaian Goa-goa
peninggalan jaman Jepang, sebagai jejak pendaratan Jepang Dalam Perang Dunia II
sekitar tahun 1942. Pada waktu itu Jepang mendarat di Wilayah Pemongkong
Tanjung Ringgit dan menguasai daerah sekitarnya, untuk menghadapi serangan
sekutu, tentara jepang membangun jalur bawah tanah dan goa-goa disekitar
wilayah tersebut sebagai pertahanan, yang sampai saat ini jalur bawah tanah dan
goa tersebut masih ada, dan dikenal dengan nama Goa Jepang/Tangsi. Selain goa
Jepang ada juga peninggalan bersejarah lainya yaitu Meriam Jepang, meriam ini
juga merupakan jejak Perang Dunia II yang diletakkan menghadap ke samudera
Hindia yang ditujukan untuk menyerang tentara-tentara sekutu yang akan masuk ke
daerah tersebut. Meriam Jepang ini memiliki panjang 5 meter, dengan diameter
luar 27cm, diameter dalam 16cm dan keliling belakang 50 cm.
Puas menikmati pantai pink dan
tanjung ringgit, gue dan mame pun pulang dengan perasaan sangat puas. Sore itu
dengan perjalanan yang luar biasa, membuat gue semakin sadar kalo Indonesia itu
indah banget. Seharusnya pemerintah yang berwenang menaruh perhatian lebih
kepada 2 wisata ‘surga’ ini. Terutama jalan dan akomodasi yang masih minim.
Semoga pihak yang berwenang baca blog gue ini ya. Agar diperhatikan potensi
wisata yang sangat besar ini. Tinggal dipoles secara rapih, berlian ini akan
semakin dikenal, Amiin!
Rincian biaya day 5
Sewa Motor : 70rb
Bensin :
20rb
Makan :
30rb
Tiket masuk Pink Beach : 5rb @org
Masuk tanjung ringgit : GRATIS
Penginapan :
GRATIS
 |
Pink Beach.. yeaay! |
 |
perahu kertas di Pink Beach |
 |
cantiknyaaa Pink Beach |
 |
Pasirnya bener2 PINK !! |
 |
bersama anak2 Lombok yang lucu |
 |
Pink Beach dari atas bukit |
 |
Pantai di sebelah Pink Beach |
 |
Indahnyaa Tanjung Ringgit |
 |
Tanjung Ringgit |
 |
Pesona Tanjung Ringgit |
 |
Pemandangannyaaaaa luar biasaaa |
 |
Meriam dan Goa di Tanjung Ringgit |
 |
Jalan menuju PINK Beach |
 |
Sepanjang Jalan.. kerikil dan batu menyambut |
 |
Bersama Mame Egi di Pink Beach
|
NEXT DAY... DAY 6, HARI TERAKHIR DI PULAU PENUH PESONA